Sunday, February 28, 2016

Review Film Pride and Prejudice and Zombies

From This
(source)

To This
(source)
Bagi penggemar film film romantis, apalagi dengan setting medieval, pasti sudah tidak asing lagi dengan film Pride and Prejudice yang diangkat dari novel terkenal karya Jane Austen. Mulai dari pertunjukan musikal, serial tv, hingga film layar lebar sudah berkali-kali dibuatkan mengadaptasi novel yang dirilis pada tahun 1813 silam ini. Saya pribadi belum pernah menonton kesemua adaptasinya, tapi saya sudah pernah menonton Pride and Prejudice yang dibintangi oleh Keira Knightley dengan Matthew McFadyen keluaran tahun 2005, dan tentu saja sebagai seseorang hopeless romantic, saya langsung jatuh cinta sedalam-dalamnya pada keseluruhan ceritanya.

Saat pertama kali mendengar novel Pride and Prejudice akan diangkat kembali ke layar lebar namun dengan tambahan Zombies, jujur saja saya agak pesimis sama seperti saat pertama kali saya dengar kemunculan kripik Chitato dengan rasa indomie goreng, i was like "OMG seriously??". I have no idea bagaimana seseorang mendapatkan ide untuk memodifikasi salah satu novel romantis terlaris menjadi cerita horror yang dipadu dengan action and of course with a lot of zombies in it. Kenapa tidak sekalian saja Romeo and Juliet dikemas horror dengan tambahan vampire dan werewolves? Namun terlepas dari itu, sebagai salah satu penggemar berat Pride and Prejudice, saya pun sangat penasaran filmnya bakalan seperti apa. Apakah Sam Riley dapat menggantikan Matthew McFadyen sebagai Mr. Darcy dan mencuri seluruh hati wanita yang menontonnya? Ataukah Lily James dapat mengalahkan Keira Knightley sebagai Elizabeth Bennet yang terkenal anggun, ceria, namun agak keras kepala? Maka jadilah kamis kemarin saya ditemani seorang teman jauh jauh pergi ke Ciwalk XXI untuk menyaksikan bagaimanakah kisah cinta antara Mr. Darcy dan Elizabeth Bennet berakhir bila konflik yang mereka hadapi lebih berat dari versi aslinya.



Jadi, Pride and Prejudice and Zombies ini inti ceritanya masih sama seperti novel aslinya yang berpusat pada kisah cinta dua manusia dengan status sosial yang berbeda, dimana Elizabeth Bennet yang hanya seorang rakyat biasa bertemu dengan pria single, tampan, kaya raya, dan (sadly) angkuh, Mr. Darcy. Sifat angkuh Mr. Darcy inilah yang membuat Lizzie (sapaan Elizabeth Bennet) sangat membencinya. Setelah beberapa kali bertemu, baik yang disengaja maupun tidak disengaja, rupanya sifat Lizzie yang sarkastik dan keras kepala justru membuat Mr. Darcy diam diam jatuh cinta kepadanya. But unfortunately mereka harus mengesampingkan ego masing masing untuk bersatu memberantas para zombie yang kian hari jumlahnya kian banyak.

Saya berharap kalian bisa mengerti bahwa disini saya tidak akan berbicara layaknya seorang kritikus yang membahas film dari beragam aspek, i'm here talking as someone who loves Pride and Prejudice so much, and i will mention things that i like and i don't like from this movie.

Pertama, saya suka bagaimana the Bennet sisters dikisahkan bahwa mereka terlatih dengan sangat baik dalam berbagai teknik bela diri dan dalam menggunakan segala macam senjata. Jadi selain cantik, kemampuan mereka dalam membasmi zombie patut diacungi 2 jempol. Saya akui Lily James terlihat begitu keren memerankan Lizzie yang jago berkelahi. Tapi entah kenapa saya justru berharap peran Lizzie kali ini tetap dimainkan oleh Keira Knightley seperti film sebelumnya. Kapan lagi coba lihat Keira Knightley yang super manis berubah garang saat berhadapan dengan zombie?

Kedua, saya suka Mr. Bingley yang versi ini daripada Mr. Bingley sebelumnya, dia terlihat lebih ganteng, lebih charming, dan betul betul cocok disandingkan dengan Jane Bennet, si sulung yang paling cantik diantara the Bennet sisters.

Ketiga, bagi seseorang yang tidak terlalu suka film action, apalagi adegan bunuh membunuh, i actually found myself enjoy it so much, it was thrilling, but yeah i like it.

Keempat, yang paling saya tidak suka dari film ini ialah bagaimana mereka memilih Sam Riley untuk memerankan Mr. Darcy. Karena menurut saya Sam Riley betul betul payah dalam memerankan Mr. Darcy, dia terlihat terlalu dingin dan suara beratnya terlalu dibuat-buat. Iya sih, seharusnya Mr. Darcy bersikap dingin dan menyebalkan di awal, tapi ini malah sampai akhir film dia tetap terlihat menyebalkan. Beda sekali dengan Mr. Darcy saat diperankan oleh McFadyen, walaupun dia kesannya dingin, tapi karismanya bener bener keliatan. Chemistry yang dibangun antara Sam dan Lily pun tidak berasa sama sekali, hambar, makannya saat tiba tiba Mr. Darcy melamar Lizzie di tengah tengah film, it looked totally awkward.

Dan moment paling "what the fuck" menurut saya ialah, beberapa saat setelah initial credit tampil di layar, tiba tiba plot twist muncul berupa sekumpulan zombie yang dipimpin oleh Mr. Wickham datang dari kejauhan hendak menyerang pernikahan antara Mr. Darcy-Lizzie dan Mr. Bingley-Jane. Ini apa maksudnya? Jembatan yang menghubungkan antara London dan In Between sudah hancur di bom, bisa dibilang para zombie sudah tidak punya akses untuk menuju ke London, and finally kedua Bennet bersaudara happily married ever after, so why didn't they just keep it that way? Kalaupun ternyata itu adalah kode bahwa sebenarnya akan ada sequel kelanjutan PPZ setelah ini, i don't think it's worth my time and money.

24 comments:

  1. Aku penasaran banget sama film ini, tapi takut buat nonton (karena aku takut sama film2 genre kaya gini) dan karena dikotaku belum ada bioskop jadi gak sempat deh, kecuali kalo aku main ke banjarmasin. Tapi aku mau lihat aktingnya lily james!



    My Little Cream Button ♥

    ReplyDelete
  2. Gue belum sempat nonton ini, cuman sering liat temen update status nonton ini film. Emang seberapa sih git bagusnya ini film kalau dikasih rate?

    Oke thank banget ini review nya bisa kasih pencerahan dikit apa harus ditonton atau nggak nih

    ReplyDelete
  3. Eng... aku belum nonton film ini ._. tentang zombie-zombien gitu ya ._. ngeriiii ah ._.

    ReplyDelete
  4. Jujur, penasaran juga. Hmmmmm, Ada film lain gak? Makasi

    ReplyDelete
  5. Sudah pernah liat yang pride and prejudice, suka settingan eropa klasiknya..

    ReplyDelete
  6. plus zombiesnya itu loh nggit malesin bingit :v

    ReplyDelete
  7. Whoaaa udah nonton. Kemaren temenku sempat cerita pengen nonton ini. Tapi akhirnya kami malah nonton Deadpool.

    Iya ya, aku juga kaget pas film ini ternyata remake (eh iya bener nggak sih namanya remake?) dari film lama yang dibintangi Keira Knightley. Perasaan cuma dia aja cewek sarkas dengan aksen Britishnya yang bisa meranin itu. Aku belum pernah nonton sih, tapi kalau yang aku baca di review, Keira Knightley total meranin itu.

    Huaaaa terakhirnya sialan ya. Ngg mungkin aja bener, itu kode kalau film itu bakal dibikin sekuelnya ya, Nggit :D

    ReplyDelete
  8. Wiiiiih jadi penasaran ingin nonton deh, hmmm tapi nggak terlalu suka film yang berdarah-darah gitu juga sih :|

    ReplyDelete
  9. eh aku udah pernah nonton yang gak zombie, kayaknya yang zombie tambah seru

    ReplyDelete
  10. Baru tau kalo ternyata sebelumnya ada yang versi tanpa zombie...
    Jadi penasaran saya... :D

    ReplyDelete
  11. Cuma pernah tau yang tanpa zombienya. Aneh banget rasanya film romantis tiba2 ada zombie begitu. :lol:

    ReplyDelete
  12. Ha kok masih ada zombi nya pasa abis initial credit ?
    Btw nama Lily James kayak nama mamahnya harry potter nih *salah fokus*

    ReplyDelete
  13. kamu memang penggemar film ini, terlihat dari reviewnya.

    Btw, sepertinya ngga bakal bisa nonton film ini.

    ReplyDelete
  14. wah jadi pengin nonton film ini mbak, saya jarang nonton film barat seringnya film romantis yang korea wkwkw

    ReplyDelete
  15. wah, seru kayaknya nih pilem...
    semoga bisa nontooon :)

    ReplyDelete
  16. Udah denger beberapa kali tapi gak mau nontonnya

    err..
    bukan genre yang aku suka hehe

    Tapi kayaknya bagus ya nggittt..
    #lalutertarik #lalucariCDbajakannya

    ReplyDelete
  17. Sering denger tapi belum pernah nonton

    Err...

    Genre nya bukan favorit ku hehehe

    Tapi kok kayaknya bagusss? #lalutertarik

    ReplyDelete
  18. cewek bergaun terus pegang pedang gitu kayak gimanaa gitu yaa unyu :))))

    ReplyDelete
  19. review yang mantap mbak, terkupas tuntas uneg-unegnya.
    kalau dilihat dari trailernya, kayaknya ini romansa zombie yang dikemas secara klasik. kalau secara modern, ada film yang judulnya warm bodies :)

    ReplyDelete
  20. Film yang pertama saja belum sempat nonton eh udah ada yang versi zombienya, ini ibarat kata belum juga beli iphone 3Gs eh udah keluar Iphone 6 -_-

    ReplyDelete
  21. Izin share ya non sama teman2? :D

    ReplyDelete
  22. BUset, deh. Ini reviewnya jago bener. Serasa beneran lagi nonton bacanya. Serius..

    OWalah, jadi ini Film yang diangkat dari Novel dari dibuat ulang. Wah... yang nulis sebenranya yang keren. Bisa menghasilkan karya sekeren ini. Terlepas dari aksi panggung para pemain yg seharusnya atau tidak. Itu wajar, karena tak semua pemeran bisa memerankan dengan baik. Mungkin "Jam terbangnya masih baru."

    Kalo soal Zombie, udah nonton Walkingdead belom? Gue udah tamat sampe seseion akhir. Nunggu yang tahun 2016 ini.

    ReplyDelete
  23. Keira Knightley!!!Harus nonton nih..

    ReplyDelete