Friday, March 18, 2016

Ketika Seseorang Membuatmu Tersinggung

Source
"Hahaha dasar lo gendut"
"Minggir woi ada gajah mau lewat"
"Buset dah makin hari makin gendut aja lo"
"Yaelah gara gara elo nih bikin sempit, geseran dong woi!"
"Hahaha iya lah mana ada yang mau sama dia kecuali pacarnya"
"Gue juga heran deh, apa sih yang diliat pacar lo dari diri lo ini? Kok dia mau sih sama elo?"

Hi guys, what's the meanest thing someone ever said to you? And have you ever just wanna punch someone in the face because of all the mean things he/she said about you? "Iiih kamu mah orangnya gitu aja tersinggung. Wong aku cuma becanda yeee". Well, excuse me! Mungkin kamu mau orang orang di sekitarmu merasa terhibur dengan lelucon yang kamu buat, karena pasti rasanya menyenangkan banget saat orang orang tertawa menganggap bahwa kamu orang yang lucu. But heyyyy kamu pernah mikir nggak sih, mungkin saja orang yang menjadi korbanmu itu pulang ke rumah feeling so worthless. Mereka akan berlama-lama memandangi cermin thinking like...

"Masa sih gue segendut itu?"
"Emangnya gue sejelek itu ya?"
"Ah apa iya kacamata ini bikin gue keliatan kayak emak emak?"
"Anjirlah gue benci diri gue sendiri! Kenapa gue nggak bisa sesempurna dia?"

Honestly yah guys, dulu saya sering sekali mengejek teman teman saya yang kulitnya hitam, yang badannya gemuk, yang pemahamannya lambat, yang tiap kali ujian nilainya nggak lebih besar dari saya, dan masih banyak lagi. I used to be that mean girl who loves to nyinyir dan ngomong ceplas ceplos tanpa peduli pada perasaan si korban. I don't even know why i did that, mungkin karena saya ingin terkesan 'badass' sehingga orang nggak ada yang meremehkan saya, or maybe because i love the feeling i get when people laugh at my jokes, Yes it's so awful and trust me, i don't wanna be that kind of person again. 

But let me tell you something, guys. Ketika kita berhenti menyakiti hati seseorang, hal tersebut nggak mencegah orang lain untuk tidak menyakiti hati kita. Sama seperti walaupun kita nggak makan makanan yang berlemak, lemak itu akan tetap ada dalam tubuh kita, entah itu asalnya dari nasi yang kita makan, atau dari buah buahan yang menyehatkan sekalipun. Tapi semuanya kembali lagi pada diri kita, bagaimana cara kita menyikapinya, mau take it personal atau nggak, mau nonjok orang itu atau nggak, mau cuekin ajah atau nggak, ya itu semua terserah kita. Hanya saja ada kalanya kamu akan terheran-heran "Kok ya mulut gue nggak pernah sejahat itu ke dia, tapi justru dianya jahat banget sama gue", kamu merasa tersinggung, tapi kamu nggak mau terlihat marah di depan dia karena kamu masih mau menjaga hubungan baik dengannya. Kemudian kamu akan berubah menjadi seseorang yang selalu kamu benci, seseorang yang bermuka dua. Kamu akan bersikap biasa padanya, bercakap-cakap seperti biasanya, bercanda seperti biasanya, but deep down you're like "Gilak! Udah males banget gue ngadepin orang yang satu ini. Kebayang mulu sama kata kata dia waktu itu arrgghhh gue nggak tahan lagi rasanya gue pengen nonjokk!!!".

Saya yakin beberapa dari kita pasti pernah berada dalam kondisi seperti itu, and that's okay, i feel you guys. So how do we manage to stay calm? how do we manage to not go punch him/her everytime we see them in public?

Well first of all, keep your head high and cheer up. Nggak perlu kamu terus terusan memikirkan kata katanya yang menusuk hati. Seringnya, salah satu hal yang menjadi tujuan mereka untuk mengejek adalah mereka ingin membuat kamu marah, atau yah seperti yang saya bilang diatas tadi, mereka ingin orang orang di sekitar menertawakan lelucon  yang mereka buat, dan sayangnya hari itu kamu lah yang menjadi bahan leluconnya. Kalau sudah begitu, satu satunya hal yang bisa kamu lakukan adalah diam dan berlalu. Nggak usah kamu balas dengan perkataan yang lebih buruk, because it's so not worth your energy. Biarkan mereka lelah dengan sendirinya, dan kamu juga nggak perlu khawatir kalau orang orang bakalan ingat sama peristiwa memalukan yang terjadi padamu, bacause trust me, people are too busy with their problem, they don't have time to remember any of it.

Atau mungkin ini adalah karma buatmu. Tanpa kamu sadari, dulu kamu pernah keceplosan ngomong sesuatu yang nggak enak pada seseorang, niatnya sih cuma sekedar becanda, tapi ternyata si korban merasa sakit hati dan diam diam mengutuk, memohon supaya kamu dapat balasan yang setimpal pada Tuhan. Just like in my case, mungkin aja ketika mereka mengejek badan saya yang gemuk ini, hal tersebut merupakan sebuah hukuman yang pantas saya dapat, atas apa yang pernah saya lakukan pada korban korban saya dulu. Kalau sudah begitu ya apa boleh buat. Kau harus bisa bisa berlapang dada.. Kau harus bisa bisa ambil hikmahnya.. #nowplaying Sheila On 7 - Lapang Dada.
"Ya tapi kan gue nggak pernah sejahat itu ke dia, kok dia malah jahatin gue sih?" Hmmm kamu tau nggak, terkadang balasan itu nggak selalu datang dari orang yang kita sakiti, jadi jangan heran kalau kamu nyakitin si A, eh malah dapat balasan dari si B.

Hal berikutnya yang kalian harus tau ialah revenge is not the answer. Sekalinya kamu balas menyakiti seseorang dengan kata kata yang lebih pedas, perasaan puas yang kamu dapat hanya bertahan sementara. Selanjutnya dia yang kamu sakiti, akan menyiapkan diri menyusun bahan bahan ejekan yang bisa ia gunakan terhadapmu, lalu ujung ujungnya kalian akan berlomba menyakiti hati satu sama lain. Apa kamu mau hidup seperti itu? Life is too short to hate each other, guys.

Dan yang terakhir yang harus kamu ingat adalah, bahwa setiap kali seseorang meragukan kemampuanmu atau mengolok-olok impianmu, kamu bisa mengubah energi negatif tersebut menjadi sebuah dorongan yang dapat memotivasimu untuk bekerja lebih giat.

"Ah badan gendut kayak gini mah susah kurusnya"
"Mana bisa tampang pas pasan kayak elo gini jadi artis"
"Duileeeh kuliah aja datengnya telat mulu, mau dapet IPK 3 koma? Mimpi lu"

You know you have the power to prove them wrong. Cemoohan yang keluar dari mulut mereka nggak bisa menghentikanmu mencapai semua cita-citamu. Be Unstoppable.

Well, that's it. Semoga tulisan ini bisa membantu kalian untuk tidak menghiraukan cemoohan yang keluar dari mulut para tong kosong, dan kalau ada diantara kalian yang jadi tong kosongnya, segeralah bertaubat! Don't forget that to be offended is a choice we make, it is not a condition inflicted or imposed upon us by someone else. Have a nice day everyone


17 comments:

  1. Kenapa masih banyak orang yang cemooh orang, karena enak. Gue sering ngatain teman, tapi becandaan sih, dan gak pernah ada yang tersinggung. Begitupun gue. Sering di becandain.

    Setuju sama cemoohan yang bisa jadi motivasi. Gue sering. Dan cemoohan itu seperti doping. Ketika ada yang meremehkan, gue malah semangat.

    ReplyDelete
  2. Yes, absolutely yes. Gue setuju dengan penjabaran di atas. Apalagi cemoohan atau bullying yang ditujukkan ke diri kita. Sebenernya cemoohan sendiri itu muncul kalo kita emang lemah dan nggak against cemoohan yang diberikan ke kita.

    Tapi, kalo kita mampu bikin cemoohan tadi jadi lebih baik. Kenapa nggak? Maksudnya, turning to positive don't think negative gitu.

    Nice thought by the way.

    ReplyDelete
  3. Ya, becandaan yang jatohnya nyakitin gak lucu sama sekali apalagi bawa nama nama orang tua hasyuuu. Ya itu jadiin motivasi anggep angin lewat senyumin dikit heu

    ReplyDelete
  4. Becandaan kalo nyerangnya fisik, menurut saya itu masuknya justru ke arah bullying, bahaya kalo dibiarin bisa makin keterusan dan dia ketagihan. Ditegur biar gak keberlanjutan , demi kebaikan bersama :)))
    btw hukum karma masih berlaku kok

    ReplyDelete
  5. Semoga kita dijauhkan dari temen yang sukanya ngatain fisik, haha :D

    Untuk poin terakhir, terkadang pengen banget dicemooh orang biar semangat, eh kaga ada, cemoohin dong! #eh

    ReplyDelete
  6. Eng... bener, kadang banyak orang yang maunya bercanda, tapi kelewatan -_- maka nggak jarang banyaaak orang yang jadi maleees gitu -_-

    Aku kalau dikatain gitu kadang enggak mau begitu dimasukin hati, mending fokus buat mencapai cita-cita buat nantinya membungkam omongan mereka itu :D

    ReplyDelete
  7. Mulut mu harimau mu, haha. Jadi memang harus hati2 yah kalau ngomong. Sabar ya Nggit.

    ReplyDelete
  8. Wha, I used to be mean girls too, and that 'badass' label tho XD
    But ya, lah. Sekarang aku bisa ngurang-ngurangin banget daripada dulu soalnya udah ngerti gimana efeknya. Tapi kalo sama temen deket deket banget mah gimana ya, susah :(( hahaha XD

    ReplyDelete
  9. Kalau bercanda sebenarnya kudu ngelihat situasi dan kondisi dan karakter orang yang ingin dijadiin bahan guyonan. Tapi tetep harus di jaga juga tata dan bahasa. Mungkin dia bisa terima alias nggak marah, tapi yang namanya karma ya tetep berlaku dong? Hehee.

    ReplyDelete
  10. aaah So do I. I used to be that kind of mean girl, and Im so upset with my self. Nggak mau lagi nyinyir, didepan orangnya. Bahkan Ghibah, versi nyinyir tanpa tau orang nya alias nyinyid dari belakang. Munafik keliatannya, tp emang kalo hal kecil seperti ini nggak di mulai dari sendiri .. masa mau terus terusan ikut ngata ngatain orang lain dari belakang. Nanti suatu saat ketika kita ngga ada di dalam obrolan mereka, kita yang bakal jadi bahan obrolan. Kan ngga enak ya.
    huu.

    You're not the only one so let them criticize, oh oh oh oh
    You're untouchable when you realize, oh oh oh
    Aku suka lagunya.. baru tau lho.
    Soalnya aku taunya lagu nya little mix yang little mix love me like you (sya lalala)

    ReplyDelete
  11. becandaan pake nyela itu wajar sih nggit, yang nggak wajar itu kalo udah nyinggung fisik... nggak lucu samsek lah itu hehe #salamjudes

    ReplyDelete
  12. Paling nggak suka sama candaan yang bawa-bawa fisik. Aku masih bisa cengengesan kalau dicandain dikatain oon atau mesum, tapi kalau udah ngatainnya seputar fisik..... sakit hati banget. Yang becandain bener-bener jahat menurutku. Ngerasa dia itu sempurna. Itu sih bukan becandain, tapi jatohnya ngehina ya, Nggit. Bener banget, pas udah dibecandain gitu biasanya aku pulang ke rumah dengan worthless. Ngerasa buruk rupa banget. :')

    Kalau ada yang kayak gitu, biasanya aku diem aja. Itu kalau temen biasa nggak akrab. Kalau temen akrab, sahabat, aku biasanya langsung tegur dengan bilang, "Gak lucu sumpah!" Sambil ketawa kaku. Biasanya dia bakal ngerti kalau itu tandanya aku nggak suka :'D

    ReplyDelete
  13. Saya juga sering ngatain temen kaya gitu.
    Kadang gak mempedulikan perasaan temen yang kita singgung.

    ReplyDelete
  14. Duh, paling males kalo ada temen becanda pake bawa-bawa fisik segala. Tapi ketika dibalas dengan materi becandaan yang sama, dia malah jauh lebih tersinggung. Lah? Piye toh? Wong dia yang mulai duluan kok... :-/ Dasar aneh.

    ReplyDelete
  15. kalau candaan fisik sih duluuuuuuuuuuuuuuuuu banget suka baper.. sekarang mah ga pernah dibawa ke hati, karena bisa dengan santai bales jawab: SITU OKE?? nahhh biasanya kalo dibales gitu langsung terdiam deh :P

    ReplyDelete
  16. Waktu zaman SMA gue suka dicemooh hehe. Tapi pas kuliah gue suka cemooh temen, have fun aja. Hehe

    ReplyDelete