Wednesday, February 3, 2016

The Day When I Lost My Laptop

The most painful memory about 2015 is that i lost my dearest laptop.
Saya ingat hari itu adalah hari jum'at dimana biasanya setelah duhur saya sudah bisa pulang ke kosan, tapi hari itu saya baru sampai di kosan sekitar jam setengah 3, dan ketika saya mau membuka pintu kamar, saya menemukan kamar saya dalam keadaan lampunya menyala. Saya pikir "oh mungkin saya lupa mematikan lampu sebelum saya berangkat kuliah", kemudian saya membuka kuncinya dan masuk. (Ya, kamar saya masih dalam keadaan terkunci saat saya masuk). Untuk beberapa saat saya leyeh-leyeh diatas kasur, sempat juga makan jajanan yang saya beli di kampus, dan ketika saya memutuskan untuk bersantai sambil streaming serial tv favorit di laptop, i couldn't find my laptop anywhere.

Terkadang saya bisa menjadi seseorang yang amat sangat pelupa, tapi pada waktu itu saya ingat betul dimana saya meletakkan laptop saya, di atas meja di tumpukkan buku buku, dan dalam keadaan dibungkus dengan tas laptop. Awalanya saya masih tidak percaya kalau saya kemalingan, jadi saya ubek-ubek segala sudut kamar tapi tetap saja hasilnya nihil, apalagi kamar saya itu tidak terlalu besar, jadi harusnya kalaupun saya lupa taruh dimana, maka dalam sekejap saya pasti sudah bisa menemukannya, ya kan? Saya pun dilanda panik, masa iya sih saya kemalingan? Bagaimana maling itu bisa masuk? Apalagi ketika saya masuk tadi, semuanya dalam keadaan terkunci. Sekilas info, kos-kosan saya itu selalu dalam keadaan terkunci, kemanapun kita pergi (termasuk hanya pergi ke warung sebelah), pintu gerbang harus selalu digembok dan pintu masuknya pun harus selalu dikunci. Jadi saya selalu menganggap bahwa kos-kosan saya ini aman dari maling.

Saking sedihnya dan udah bingung harus ngapain, saya pun terduduk sambil menangis sekencang-kencangnya. I hate the fact that i was so alone, dari sekian banyak kamar, kos-kosan saya ini penghuninya hanya 3 orang termasuk saya, dan saat itu kedua tetangga saya masih belum pulang kuliah. Jadilah saya kebingungan sendirian, panik sendirian, nangis sendirian, seolah-olah tidak ada yang peduli dengan penderitaan yang saya rasakan. But i know have to do something.instead just crying out loud like some freak. So pada akhirnya saya memberanikan diri untuk mengetuk rumah bapak kos, tapi seperti yang saya bayangkan, mereka terlalu budeg untuk mendengar suara ketukan pintu, jadi saya balik lagi ke kamar untuk melanjutkan moment nangis sekencang-kencangnya. Dan tidak lama kemudian saya dengar suara si bibi membuka pintu gerbang rumah bapak kos, langsung saja saya lari menemui bibi, 

Saya : "bi, ada bapak gak?",
Bibi : "yaaah bapak pergi ke Pangandaran neng, kenapa gitu??", 
Saya : *sambil menahan tangis* "Itu bi... laptop saya hilang...."
Bibi : "haaaah? kok bisa?"
Saya : "gak tau bi, tapi tadi pas saya datang pintunya masih terkunci, tapi lampunya nyala.
Bibi : "aiiiihhh kok aneh ya??"

Kemudian datang pembantu bapak kos lainnya ikut menimbrung percakapan kami, mereka berdua tidak habis pikir kalau kosan ini kemalingan, mereka masih menyangka kalau mungkin saja saya yang teledor. Mereka berdua pun mengecek kamar saya yang kondisinya udah tidak karuan, mau bantu mencari pun percuma, masa iya laptop yang ukurannya lebih dari 10 inci itu 'keselip' diantara tumpukan buku? atau baju? What kind of people who put their laptop in the stack of clothes anyway?
Lalu saya tanya "memangnya tadi ada yang datang ke kosan ini gak bi?". Dan kalian tau apa jawaban dia? "uhmmm... iya sih tadi emang ada cewek yang kesini liat liat kosan" and that's it, saya sudah sering mendengar kasus kemalingan di kos-kosan dengan modus 'seseorang datang mau liat liat kosan'.

Jadi ceritanya saat semua lelaki pergi solat jumat, ada perempuan datang untuk lihat lihat kosan. Dia bilang ke bibi kalau sebelumnya dia sudah kenal sama bapak kos (Iya, dia tau kalau yang punya kosan ini adalah bapak bapak, bukan ibu ibu), sebelumnya juga sudah menelepon kalau dia mau booking. Kos-kosan saya ini ada 2 lantai, di lantai 1 ada 4 kamar dan hanya ada 1 kamar yang kososng di sebelah kamar saya, sedangkan di lantai 2 semua kamarnya kosong. Awalnya bibi memperlihatkan kamar kosong yang di sebelah kamar saya itu, tapi si perempuan ini bilang "wah kalau disini mah berisik kendaraan ya bi, dekat banget sama jalan, coba liat yang di atas deh bi". Akhirnya kamar tersebut pun dikunci kembali, dan anehnya si bibi membiarkan kunci tersebut berada di tangan perempuan itu. Lalu mereka lanjut ke lantai atas sambil berbincang-bincang, setelah dipikir-pikir percakapan mereka juga terkesan 'modus' banget, seolah olah si perempuan ini mau tau kondisi kosan ini kayak apa, yang dijawab oleh si bibi "kosan ini mah sepi, penghuninya cuma 3 orang, belum pada pulang, masih kuliah semua neng". Setelah sampai di atas, perempuan itu memilih kamar di dekat balkon, padahal bibi sudah bilang "di atas mah gak ada temennya neng, emangnya gak takut sendirian tah?" yang kemudian dijawab "hehehe enggak takut kok bi, justru saya cari yang suasanya tenang". Setelah merasa nyaman dengan kamarnya, si perempuan itu bilang kalau dia akan kembali lagi nanti, dia sudah siapkan barang barangnya, tinggal pindahan saja. Yaudah, akhirnya kamar tersebut pun dikunci, dan lagi.... kunci tersebut berada di tangan si perempuan itu, mungkin karena si perempuan itu bilang bahwa tidak lama lagi dia akan kembali bersama barang barang bawaannya, maka si bibi kayak yang silahkan silahkan aja. Padahal kunci tiap kamar itu sudah terdiri dari kunci pintu gerbang dan pintu masuk, jadi bisa saja perempuan itu datang kapanpun yang dia mau, tanpa ada yang lihat, karena kosan saya dengan rumah bapak kos dipisahkan oleh pintu kecil yang akan tembus ke garasi bapak kos, dan di garasi tersebut ada dapur besar tempat biasa bibi berada. Dan biasanya pintu pembatas tersebut selalu dalam keadaan tertutup, jadi yaa kalau semua orang pergi kuliah, bisa dibilang kosan saya ini tidak ada yang jaga. 

Saya pikir ceritanya selesai sampai disitu, jadi bisa diperkirakan, dalam waktu entah beberapa menit setelah si perempuan itu pergi dan si bibi kembali lagi ke rumah bapak kos, bisa jadi dia datang lagi diam diam dan memulai aksinya. Tapi rupanya bibi melanjutkan ceritanya "dia juga sempat nyapu nyapu kamarnya, trus belagak pinjam mukena buat solat. Yaudah deh sama bibi dikasih mukena yang baru selesai disetrika, tapi anehnya tuh ya neng.... pas dia balikin, mukenanya masih rapiiiih banget, kayak yang nggak dipake sama sekali" lalu saya tanya "lha emangnya dia solat dimana?" dan bibi menjawab "mana bibi tau, soalnya bibi sambil masak sih neng" dalam hati rasanya saya kepingin teriak, JADI BIBI BALIK LAGI KE DAPUR DI SAAT ADA ORANG ASING DI DALAM KOS-KOSAN INI? ASTAGAAAAHHH i was so speechless i don't know what to say. Lalu saya baru kepikiran untuk menghubungi salah satu tetangga saya yang sudah saya anggap seperti adik sendiri, saya meminta dia untuk cepat pulang supaya dia bisa lihat apakah dia kehilangan sesuatu juga. Tidak lama kemudian dia datang bersama temannya, straight to her room. Right after she opened her door, she screamed out loud, laptop dia yang tergeletak di lantai juga lenyap diambil si perempuan itu. God damn it!!!

Malamnya bapak kos baru datang dari Pangandaran, banyak yang dibicarakan tapi tidak ada yang bicara masalah ganti rugi. Saya juga bingung mau menuntut rugi bagaimana, mau lapor polisi bagaimana, ditambah si tetangga saya itu bisanya cuma nangis dan manggut manggut saja. 
Keesokan paginya bapak mengintrogasi kami lagi, masih tidak habis pikir bagaimana maling tersebut bisa masuk ke kamar kami dan ketika selesai, dia pun menguncinya kembali, Bapak masih memusingkan darimana si maling memiliki kunci kamar kami, padahal kunci kunci kamar secara rutin dia ganti setiap penghuninya check out. Entahlah, mungkin di dunia ini ada yang namanya master key yang bisa membuka segala macam pintu dengan amat mudahnya, who knows? Daripada pusing pusing mikirin itu, akhirnya saya memberanikan diri untuk bilang "tapi kan pak ini salah bibi juga, masa sih sedang ada orang asing di dalam kosan ini, eeh bibi malah tinggal ke dapur? trus juga masa iya bibi ngebolehin orang asing bawa pergi kunci kamar kosong begitu aja, bisa jadi kan disaat bibi udah balik lagi ke rumah bapak, trus si maling itu datang lagi kesini lewat pintu depan lalu memulai aksinya masuk ke kamar saya" and then he went sooo speechless, dan untungnya dia tidak menyangkal kata kata saya.

Dua hari kemudian bapak kos mengetuk pintu kamar saya, dan dia berbaik hati untuk mengganti rugi dengan memberikan uang sebesar Rp. 2.000.000, saya tau jumlah segitu masih belum menutupi harga laptop yang dulu saya beli, but i really really appreciate his nice gesture, daripada tidak dapat apa apa sama sekali, iya kan?
Kemudian beberapa minggu setelah kejadian menyedihkan tersebut, bapak pasang cctv di dalam lingkungan kosan yang mengarah ke pintu masuk, dan di halaman depan mengarah ke pintu gerbang. 
Dan 2 bulan setelah itu, tepatnya pada awal Januari, saya pindah kosan mencari tempat baru yang lebih nyaman, karena rasa rasanya malah jadi sungkan dan awkward gitu setiap saat saya bertemu dengan bapak kos ataupun pegawai pegawainya yang lain. So yeah...

Tips bagi kalian yang mau ngekos atau sudah ngekos dan menjaga barang tetap aman, cobalah untuk meletakkan laptop, kamera, atau barang berharga lainnya di tempat tempat yang tersembunyi setiap kali kalian akan bepergian, karena setidaknya hal tersebut akan memperlama kerja si maling dalam mencari, dan biasanya maling tidak memiliki waktu yang banyak. Dan jugaaaa, kalau bisa pintu kamar kalian ditambah gembok kecil, jadi selain si maling harus membobol kunci pintu, dia juga harus membobol gemboknya. Makin banyak pekerjaan yang harus dilakukan, biasanya maling tersebut makin males.
Well, semoga pengalaman saya ini bisa jadi bahan pelajaran bagi kalian semua, see you in the next post :)

13 comments:

  1. seperti biasa....tulisan yogurt selalu bagus, sukaaaaaaa

    ReplyDelete
  2. sebagai anak dari ibu kos ya nggit ya notabene selalu nganterin tamu yang mau lihat kos aku gak bakal ngasih kunci ke dia sebelum dia ngasih fotokopi KTP dan diberi surat izin ngekos (di RWku sih ada surat khusus buat izin ngekos jadi ada data yang dikopi dari KTP berlakunya di daerah RWku aja) nah sebelum itu dia gak bakal dapat akses. Mungkin karena kebetulan ayahku juga sebagai RW. karena jaman sekarang banyak serigala berbulu domba.

    mending pake tiga kunci tambahan, kalo di tempatku ada gembok luar, kunci kamar, sama 2 kunci gerendel kecil di dalam kamar sih nggit, terus kalau keluar juga kunci selalu dititipin ke ibu kos.

    daerah rumah itu daerah tempat kos anak2 SMK magang, tapi perkampungan, agak sulit buat nembus maling karena emang cctvnya banyak. cctv manusia maksudku, jadi di kampung itu sampe jam 4 masih ada aja orang yang masih bangun buat sekedar ngobrol gitu.

    ReplyDelete
  3. Yah :' kok kuncinya udah dipasrahin sama si perempuan nggak jelas itu sih :'

    harus bener-bener ekstra hati-hati ya kalau ngekost :' temenku soalnya juga habis kemalingan laptop dikostnya pas tahun baru kemarin :(

    ReplyDelete
  4. wah! naas banget, sayang banget itu laptop lenyap begitu saja...
    ternyata kehidupan anak kos memang sadis. bukan hanya dari pola makan, tapi jug adatang dari sektro keamanan. setidaknya hilangnya laptop di 2015 ini bisa jadi pelajaran berarti dalam hidup mbak! :)

    ReplyDelete
  5. kosan aku dulu jg perna kehilangan laptop dan pasang cctv yang mana berasa keren banget karena tahun 2007 CCTV belom sebiasa banget sekarang.

    ReplyDelete
  6. pasti nyesek banget tuh apalagi banyak dan kenangan yahh ahhh ..

    ReplyDelete
  7. waow
    Ini pelajaran ini buat nggak sembarangan nerima orang asing di kosan
    juga supaya menyimpan barang beharga baik-baik :)
    semangat! ^^

    ReplyDelete
  8. Aduh, iya itu sih keteledoran si bibi juga.
    Duh, turut berduka atas kehilangan laptopnya ya Kak!
    Pasti ada hikmah dibalik semua kejadian ini. Semoga bisa digantikan dengan yang lebih kerem hehhe.
    Eh, saya juga menghargai tuh keputusan si bapak untuk mengganti meski hanya sekadar dua juta. Itu tindakan terpuji seorang bapak kos banget.

    ReplyDelete
  9. Hemm, malang nian nasibmu, mbak :(
    Sedih banget kalo sampe kehilangan laptop gitu, benda yang satu itu udah kayak nyawa, pasti banyak file berharga di dalamnya ya mbak? Jaman sekarang harus lebih berhati-hati, banyak modus sana sini ckck. Semoga nanti bisa dapet laptop yang lebih bagus ya, mbak. Semangat !

    ReplyDelete
  10. turut prihatin ya.. :(( sebetulnya kalo ilang laptop itu yag jadi masalah bukan laptopnya ya... biasanya yang bikin nyesek karena banyak foto atau data yang ikutan lenyap.. itu yang gak bisa tergantikan.. :(((

    ReplyDelete
  11. semoga segera dapat ganti yang lebih banyak ya nggit :)

    oh ya sosis siap makan bisa apa aja kok, mungkin soszis agak mahal yah untuk ukuran anak kos, beli yang kalengan aja lebih murah

    ReplyDelete
  12. inggit... im sorry for your lost :( ngebaca dr awal dan akhir, rasanya pgn ikut nangis juga. yaiyalah.. laptop bagi gw jg bkn brg mura :( dlm memilih kosan emang mau ati2 ya.. dan gila aja numpang solat (pura2 numpang solat) biar keliatan angelish dan si bibi ga bs curiga itu pencuri :(

    ReplyDelete