Friday, February 5, 2016

Life In Bandung

Setelah melalui perdebatan panjang dengan hati kecil mengenai haruskah saya melanjutkan S1 atau tidak, akhirnya saya memantapkan diri untuk terus melangkah ke jenjang berikutnya hingga goal, hingga saya mendapatkan gelar sarjana Farmasi dan lulus profesi Apoteker. Btw this time is not about my mom who always try to control me, it is pure my decision. Iya sih, awalnya memang ibu saya yang mengompor-ngompori bahwa lulusan D3 farmasi mentok-mentoknya hanya jadi 'pelayan' (padahal sebenarnya lulusan D3 farmasi can do so much more than that loh, guys), tapi setelah dipikir-pikir lagi, saya tidak mau bekerja sebatas jadi pegawai biasa di rumah sakit, puskesmas, atau klinik, i want something big, peran yang lebih besar, yang nantinya peran saya ini bakalan dihormati orang orang, bakalan dianggap keren, dan pastinya bakalan menghasilkan lebih banyak uang. So, i convinced myself that i can really really do it, "demi masa depan yang lebih baik" i said it to myself over and over again.

And then, right after my graduation day, saya langsung pergi ke Bandung dan tinggal beberapa hari dengan teman saya untuk menjalani tes masuk, dan syukurlah saya diterima. Yeay!
Awalnya ibu saya agak agak khawatir melepaskan anak perempuan satu satunya untuk hidup sendirian di kota orang, but i keep convincing her that i'll be just fine and promise her that i'll never had sex before marriage. She let me go :)

So, how's life in Bandung?
Ohhh i love it here! It's like a dream come true, karena pada akhirnya saya bisa merasakan bagaimana enaknya, bebasnya, nyamannya tinggal sendirian. I make my own rule, saya bisa bangun tidur/pergi tidur kapan aja tanpa ada seseorang yang mengata-ngatai saya cewek malas atau apapun, saya bisa pergi kemana pun, kapan pun, pulang jam berapa pun, everything is up to me. Di samping itu, semua orang tau lah ya Bandung is such a really nice town, banyak tempat wisata yang bisa saya kunjungi di akhir pekan, kulinernya enak enak, dan udaranya tidak sepanas Cirebon, jadi tidak perlu lagi khawatir kulit gampang gosong heeheheh

But actually the best part about my new life is that saya menemukan teman teman baru yang membuat hidup saya disana semakin menyenangkan. You know sebelumnya saya tidak pernah punya teman yang asalnya dari berbagai penjuru Indonesia (kecuali teman teman di facebook, which is not real), but now i get the chance to have these really cool kids as friends, a really good ones actually. So yeah, saya sangat bersyukur telah dikarunia teman teman seperti mereka. Mereka anak anak yang baik, mereka lucu, gila, gokil, selalu adaaa aja tingkah mereka yang bikin perut saya geli, dan yang pasti we care for each other. Karena kami disini tidak punya siapa siapa, maka kami kami inilah yang akan selalu ada untuk satu sama lain, susah senang ditanggung bersama, that's why i love them.
Oh btw kami juga memiliki basecamp loh, kontrakan salah seorang dari kami dijadikan tempat kumpul, entah itu untuk belajar bersama, makan bersama, atau hanya sekedar gitar-gitaran sambil bermain kartu gaple. Di tempat itu lah satu per satu kenangan tercipta, foto di bawah ini merupakan salah satunya.

My 21st birthday surprise (but the candle said 69 lol)
Bandung, 11 Oktober 2015
Kira kira sudah 3 bulan lebih kami bersama, dan semoga akan terus seperti ini hingga kami mendapat gelar sarjana farmasi di tahun depan. Ugh it's always killing me setiap kali ingat bahwa pada setiap pertemuan pasti selalu disertai dengan perpisahan,  kira kira seperti apa perpisahan kami nanti? Are we going to meet again? Entahlah. Tapi yang pasti, i want to live in the moment, and enjoy it to the fullest.

Dulunya saya pikir setelah lulus D3 nanti, saya akan langsung bekerja, menabung untuk biaya pernikahan, and then i'm just gonna marry my boyfriend. Tapi sekarang, setelah saya berada disini dikelilingi oleh orang orang ini, rasanya masih ada banyak hal yang ingin saya lakukan sebelum saya menikah. Saya masih ingin bermain, masih ingin gila gilaan, masih ingin berpetualang bersama mereka, because you only live once you know dan entahlah untuk saat ini menikah bukan lagi menjadi prioritas saya (doesn't mean that i don't want to). Anehnya, banyak artikel yang mengatakan bahwa dengan merantau, kita akan tau apa artinya pulang, tapi setelah saya merasakannya sendiri, justru saya merasa this is where i belong, saya menemukan kenyamanan disini, and i don't even want to come home...

Sehangat-hangatnya rumah, kamu lahir untuk dunia yang lebih megah. -Some Hipwee Quotes.
Sukabumi, 31 Oktober 2015

18 comments:

  1. Ciyeee calon Dokter... Ciyeee Obatin hati Pangeran dong... :D

    Sepertinya perjuangan di Daerah orang justru lebih terasa ketimbang kitanya tetep stay di tempat tinggal kita. Yakin, deh. AKan ada Pengalaman yang lebih banyak ketika Inggit D3 kemaren. Pokoknya harus semangat, optimis buat mencapai Cita-citanya.

    Btw, jangan karena udah bebas, kelewatan ya. Tetap batasi kebebasan yang udah didapet. :)

    Pangeran juga pertama mampir di sini. Salam kenal ya, Inggit. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih atas nasehatnya kepada neng inggitku ya pak
      ...hadeuh

      Delete
  2. Widiiih anak farmasi. Biasanya kalau di univku suka bawa toolbox yang isinya entahlah itu apa haha. Sama satu lagi ciri khasnya jas lab. Ohiya, aku juga di bandung kok kak! Hehehe.

    At least, ya begitulah ya kak rasanya merantau dan jauh dari orang tua. Bebas~
    Punya banyak teman dari berbagai daerah dan itu yang buat semakin asik. Apalagi kalau punya basecamp gitu. Duh enak deh ya pasti.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang pasti toolbox isinya bukan obeng dan baud loch yah....

      #bengkel motor

      Delete
    2. oh ya? Univ apa?
      emang bener salah satu ciri khas anak farmasi ya kayak gitu, kemana2 bawa toolbox, dan kemana mana pake jas lab hahaha

      Delete
    3. Di unpad aku kak.
      weh ternyata itu hanya pemandangan di kampusku aja hahaha.

      Delete
  3. Hmm.. Farmasi di Cibiru? Di mana kak.. Stikes? Aku merasa gagal sebagai warga Cibiru tapi nggak tau sekolah farmasi di sini x')

    Ah iya ya, kalau udah D3 mau S1 cuma setahun. Pantes kok bentar banget.
    Eh tapi udah nikah pun bukannya nggak bisa gila-gilaan sih kak XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. hiyah yang di Cibiru... 10 km dari Desa Cilembu itu mah....pada mau ngga yah kalau di kirimin Ubi Cilembu admin dan penghuni asrama/kostannya?

      Delete
    2. iyah di STFB, satu gedung dgn stikes bhakti kencana hehehehe

      Delete
  4. Saya juga gitu, waktu lulus SMK, rencananya pengen kerja, terus nikah. Tapi pas 2014, saya lulus, baru saya sadar kalau sebenarnya masih banyak mimpi yang hasrus di wujudkan. Dan akhirnya saya kuliah.

    Ehtapi yang paling kanan, mirip Norman Kamaru dah

    ReplyDelete
  5. Wah udah sarjana, semoga kedepannya makin sukses dan pekerjaannya sesuai dengan cita citanya. Aamin....

    Itu kenapa lilinnya angka 69? Bukannya ultah ke 21? :p

    ReplyDelete
  6. Baju coklat yang paling depan jangan sampe lolos :3
    Bandung memang asik, sih. Dulunya gue pengin kuliah disana. Namun setelah dipikir-pikir kembali, gue takut nantinya kalo di Bandung kerjanya jajan mulu T_T tau sendiri lah ya kalo di bandung itu jajananan/kulinernya enak-enak alias unik. Takutnya begitu. Uang bulanan cepet habis gara-gara jajan huhuh T_T
    Ditambah lagi dengan udara bandung yang dingin, bikin perut mudah lapar

    ReplyDelete
  7. pendidikan memang penting, sis. farmasi itu.. stress kah ngafalin susnan obat-obatan? partikel ini itu? -____-

    ahahaha, selalu ada angka "69". ya.. ternyata ekspektasi awal nabung -->menikah agak sedikit tergoyahkan oleh rasa nyaman yang diberikan teman-teman. mantap..

    ReplyDelete
  8. halloo inggit... ah ngekos itu menyenangkan kok kalau lingkungannya juga
    apalagi ngekos pas kerja
    hahahha bawaannya kerasan banget single *eh itu mah saya hehe

    ReplyDelete
  9. Bandung >_< kota kedua yang pengen kujadikan tempat tinggal setelah Jogja. Aah, sayangnya kalo ada kesempatan ke Bandung pasti nggak pernah bisa lama, cuman dikasi kesempatan buat liat taman kota dari jendela taksi menuju bandara :(

    Sepertinya ada rasa yg sama soal "I make my own rule" :)

    Salam kenal dari Jogja Inggit :)

    ReplyDelete