Sunday, December 20, 2015

You

I like being by myself
Don't gotta entertain anybody else
No one to answer to
But sometimes, i just want somebody to hold
Someone to give me their jacket when it's cold
Got that young love even when we're old
Yeah sometimes i want someone to grab my hand
Pick me up pull me close be my man
I will love you till the end...

Lagu Dear No One dari Tori Kelly tiba tiba muncul ketika playlist saya set ke shuffle. Setelah sekian lama lagu ini jarang didengarkan karena tertumpuk lagu lagu yang baru, for a second saya memejamkan mata dan menikmati setiap melodinya, it used to be my very fav song, Tori Kelly memiliki suara yang unik, dan lirik lagu ini begitu mewakili perasaan saya pada saat itu. Saat saat dimana i enjoy being all by myself tapi di lain sisi saya merasa kind of lonely.

All my life, i almost never had a serious relationship with a guy. Masa masa pacaran selama SMP, SMA semuanya gak ada yang lebih dari satu bulan, they're all sucks. Yahhh tau sendirilah pacaran anak remaja gak ada yang mutu, cuma buang buang waktu, I also do an internet kind of relationship, karena dulu saya suka banget sama bule bule, berharap menemukan true love dari internet tapi bahhh true love my ass. Tapi dulu pernah saya menjalin hubungan dengan orang Sumatera Utara, saya juga sempat menulis tentangnya saat ia berkesempatan mengunjungi saya di Cirebon. Awalnya saya pikir dia adalah seseorang yang tepat untuk saya, beberapa bulan berpacaran rasanya menyenangkan, ia tipikal seseorang yang enak untuk diajak sharing. Namun sayangnya hubungan itu berubah menjadi toxic, he made me feel worthless then later he told me that he love me and always be there for me blablabla. Sayangnya saat itu saya terlalu buta untuk melihat bahwa he's actually such an asshole. I remember that i was so afraid of losing him, i was so afraid that i will never find someone like him, someone who i find comfortable at sharing things. But then i was so wrong, someone new finally came into my life and show me what love is.

Saya bertemu dengan seseorang di Beetalk (sebuah aplikasi meet and chat kind of thing), disana saya iseng join komunitas film Cirebon yang grup chatnya itu ramenya kadang kadang ajah hahahaha. Karena membernya sedikit, jadi saya gampang gampang aja mengenal mereka semua. Saya masih ingat betapa agresifnya cowok cowok disana, they always message me everytime i came online, mereka maksa minta no hp lah, minta pin bbm lah, minta ketemu lah haduhhh sampai risih saya dibuatnya. I'm so not into those type of guys. Bukannya sombong, tapi saya tidak suka cowok cowok yang terlalu 'eager', honestly cowok macam mereka malah bikin saya ilfil. Hanya ada satu cowok di grup itu yang berbeda, dia lebih banyak menyimak dan berkomentar seperlunya saja, dia juga satu satunya cowok yang tidak add friend saya duluan. Anehnya, hal itu malah membuat saya penasaran, so i added him as a friend, dan dari hal sesederhana itu lah, finally i think i've found the one.

Siapa yang sangka dari aplikasi Beetalk itulah saya menemukan tipikal cowok yang saya suka. satu conversation berlanjut ke conversation berikutnnya, lalu dalam sekejap mata tiba tiba ia muncul di depan kampus saya sambil membawa flashdisk berisi film The Fault In Our Star sambil bilang "Ini aku bawain film yang lagi pengen banget kamu tonton". Kemudian pada pertemuan selanjutnya he took me to watch Guardian of The Galaxy on cinema dimana sebelumnya ia sempat bertemu dengan orang tua saya, and that is the very first time someone asked my parents a permission to take me on a date, at night (Yes, i've never go out with any guy at night before hahaha). Selanjutnya percakapan kita berdua semakin intense, dia mulai terbuka untuk menceritakan banyak hal tentang keluarganya, seperti bagaimana ia benar benar peduli pada adik lelakinya, bagaimana keadaan ketika his parents divorced beberapa tahun yang lalu, bagaimana keadaan ketika usaha digital printing yang pertama ia bangun went down yang mengakibatkan ia harus mulai kembali lagi dari awal untuk mencari pekerjaan baru, dan banyak hal lainnya yang ia tidak takut untuk membaginya dengan saya.

Karena dengan pacar yang sebelumnya saya menjalani hubungan LDR yang cukup lama, jadi ketika akhirnya saya memutuskan untuk berpacaran dengan dia maka rasa rasanya seolah-olah segalanya menjadi sangat mudah, seperti ketika saya kangen, saya hanya perlu menghubunginya saja untuk mengajaknya keluar, dan tidak lama kemudian dia akan muncul di depan pintu rumah saya. Namun yang terpenting adalah kini saya punya seseorang yang senantiasa mendengarkan segala keluh kesah tentang apapun yang terjadi dalam hidup saya, entah itu tentang teman-teman atau tentang keluarga secara leluasa tanpa ada yang ditutup-tutupi, dan ia tidak pernah berusaha untuk sok bijak menasehati saya apalagi langsung men-judge saya ketika saya berbuat salah. Saya selalu memberikan penjelasan kenapa saya melakukan kesalahan tersebut, dan ia bisa dengan mudahnya paham, kemudian dengan amat pelan ia menasehati saya, tidak seperti orang lain yang memberi nasehat namun terkesan menggurui, so annoying.

And then we both loves watching movies, thankfully dia mengerti selera film yang saya suka, jadi dia tidak pernah protes ketika saya ajak dia untuk menemani saya menonton film-film romantis di bioskop, Begitupun sebaliknya, saya mau mau saja menemaninya nonton film The Hobbit atau semacamnya padahal saya tidak pernah mengikuti jalan ceritanya dari awal. Tapi bukan berarti juga selera film kita bertolak belakang, we both love Hunger Games, Divergent, Big Hero 6, serial TV Friends, etc dan rasanya benar benar menyenangkan memiliki pacar sekaligus sahabat yang sama sama menyukai hal hal yang kita suka.

Mama dan Papa saya menyukainya, bahkan keluarga saya yang lain. Mereka bisa lihat dia orang yang baik, tidak pelit, tutur katanya baik, datang dari keluarga yang baik, tidak pantang menyerah, tipikal pekerja keras, dan saya amat menyayanginya. Saya belum pernah merasa sebegini dicintainya oleh seseorang di luar keluarga, he makes me really really happy, sehingga terkadang saya bertanya do i seriously deserve it? Apakah pada akhirnya saya akan end up feeling hurted again? I don't know, tapi saya sangat bersyukur atas apa yang Tuhan beri, either this relationship is a blessing, or a lesson...





5 comments:

  1. Yayness!

    Semoga langgeng ya kakkkk
    He looks like a good guy, really.

    ReplyDelete
  2. Long time no here juga kak hehehehe.
    Aku sehat.

    How have you been?

    ReplyDelete
  3. Orang yang tepat akan datang di waktu yang tepat, dia akan menjadi rumah, sejauh apapun kita pergi..kita tetap akan pulang ke rumah

    Longlast yogurt

    ReplyDelete
  4. Cieh inggit. Ada yang bahagia nih. Segala yang terbaik buat kalian berdua ya aamiin~

    Baru kali ini liat foto kamu secara jelas. You're gorgeous :D

    ReplyDelete