Friday, August 26, 2011

Amigos X Siempre






Ingat dengan telenovela yang satu ini?
Okay mungkin ada sebagian dari kalian yang tiba tiba cengar cengir teringat dengan telenovela ini yang merupakan telenovela sejuta anak jaman dulu, atau ada juga yang tidak mengenal telenovela yang satu ini? Ya pokoknya bagi yang lahir tahun 90-an pasti bohong banget deh kalo gak tau telenovela ini.

Dulu, telenovela ini cuma ditayangin sama SCTV siang siangan gitu, pas banget waktunya anak anak baru pulang sekolah. Telenovela ini berjumlah 115 episode, gak kayak drama korea yang notabenenya cuma 16 episode. Walaupun episodenya banyak, penonton gak pernah bosan mengikuti jalan ceritanya.

Ini dia sedikit ulasan tentang Amigos X Siempre yang tak copy paste dari sini.

Amigos X Siempre (Friends Forever) bercerita tentang persahabatan beberapa murid sekolah Instituto Vidal. Pemiliknya adalah Julia Vidal, yang masih berduka atas kematian putrinya, Lauriel. Cucunya Julia Vidal, Ana, adalah anak berumur 10 tahun yang manis, yang juga trauma berat karena kematian ibunya, dan kekangan ayahnya yang pengen banget mengambil alih Instituto Vidal membuatnya selalu larut dalam kesedihan. Akibatnya, dia jadi punya kekuatan telekinesis, kekuatan menggerakkan benda dengan pikiran.

Kedatangan pamannya, Salvador dan anak adopsinya, Pedro, merubah hidup Ana dan mengajari Ana bagaimana cara tersenyum. Ana mempunyai sahabat baik, yaitu Lourdes, cewek manis nan pemalu yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk merawat adiknya yang cacat mental. Ana sering jadi bahan ejekan Renata si cewek kaya, angkuh, dan menyebalkan yang putus asa banget ketika ayahnya lebih memperhatikan kakaknya, Gilberto, daripada dirinya.
Kemudain ada Patricia, cewek malang kesepian yang terus bermimpi menjadi kaya, apapun caranya termasuk dengan menjadi pengikut setianya Renata. Sementara Pedro, cowok pindahan sepupu Ana yang ogah banget mengikuti aturan sekolah yang kaku, membuatnya sering bermasalah dengan Fransisco, ayah Ana, juga dengan Santiago, si kaya manja sombong yang selalu curang dalam hal apapun dan ngebet banget menjatuhkan Pedro. Santiago juga sering menjahili Gilberto kakak Renata yang gagap. Ada pula Rafael, si tukang makan yang terjebak di antara konfilk Pedro dan Santiago, membuatnya bingung akan berteman dengan siapa. Lalu Carlitos (begitu namanya kalo nggak salah), adik Lourdes yang cacat mental namun berusaha untuk dapat diterima dalam lingkungan teman-temannya, dan Juan, cucu dari penjaga sekolah Instituto Vidal yang miskin, juga merupakan sahabat Ana dan Pedro. Semua latar belakang mereka yang berbeda itulah menjadi lika-liku persahabatan yang menarik.




Menurut saya telenovela ini jauh lebih bagus untuk abg abg dibandingkan dengan sinetron sinetron macam Arti Saha*at yang lebih mengutamakan pacarannya daripada sahabatnya. Selain itu di telenovela ini juga ada nyanyi nyanyinya, walaupun gak sepenuh drama musikal layaknya Glee, tetapi memang ada beberapa scene yang memanjakan pemirsa dengan alunan suara dari para pemainnya. Nyanyinya juga gak asal jreeeng karena memang si pemeran Pedro, Ana dan Santiago asli bisa menyanyi. Gak kayak Zac Efron di HSM yang suaranya dicampur sama suara orang lain..

Ngomongin tentang persahabatan, kira kira... apa masih ada sahabat yang benar benar untuk selamanya?




Tuesday, August 23, 2011

Gara Gara Friendster

Hallo semuanya!
Saya ingin mengucapkan terimakasih banyak pada kalian yang sudah memberi nasehat di postingan saya sebelumnya, komentar kalian menenangkan hati saya. Terimakasih.

Di postingan kali ini saya ingin membahas tentang Friendster. Gak cuma Adittya Regas aja yang bisa cerita ngalor ngidul tentang FS-nya, saya juga punya cerita tentang FS.

Begini ceritanya, di bulan Ramadhan tahun 2007 adalah pertama kali dalam hidup saya untuk menginjakan kaki saya di warnet dekat komplek. Tentu saja saya gak sendirian, saya ditemani Ellen yang sudah jago internetan. Jago FS-an dan mIRC-an lebih tepatnya. Ellen menunjukan akun FS-nya yang colorful, dia juga menunjukan akun anak anak komplek, termasuk juga akun kakak saya. DAAAMN! nyesek banget liat anak anak komplek pada ngerti FS sedangkan saya cuma bisa melongo gak ngerti cara pakai Mozila Fireworks!
Dalam perjalanan pulang saya mikir "persetanlah dengan FS! gak peduli saya buta Mozila Fireworks, yang penting saya harus punya FS!" dan orang pertama yang saya rangrong untuk membuatkan saya FS adalah kakak saya, Mas Ibenk! (Ellen gak tau cara bikin FS, itu juga dia dibikinin temannya)
Jadilah malamnya saya merangrong kakak saya untuk membuatkan FS.

S: "mas buatin FS sih mas".
MI: "*tengok kanan kiri atas bawah cari sumber suara PADAHAL SAYA ADA DI DEPAN MUKANYA*".
S: "MAAAAAAS! *guncang2in bahunya*".
MI: "emangnya elo ngerti, HAH? Lo ngerti cara mainnya? HAH?".
S: "*sabar* tak bayar sok!!".
MI: "duit gua banyak!!".
S: "tukeran HP tah? 3 hari aja tapi!".
MI: "TEU HAYANG!!".
S: "*masih sabar* seminggu?".
MI: "oke ya seminggu! mana sini HP ente".
S: "*napas lega*.
Akhirnyaaaah nurut juga ni makhluk!

Flashback dikit ya, menjelang ulangan kenaikan kelas 1 SMP saya sempat taruhan sama Papa. Kalau saya dapet rengking 3, HP SE K3210i punya Papa jadi hak milik saya. Ternyata keberuntungan sedang berpihak pada saya, saya mendapatkan rengking 2 dan akhirnya HP SE itu buat saya.
Baru saja beberapa bulan saya menikmati punya HP canggih (di tahun itu), tapi kemudian saya harus merelakan HP saya ditangan Mas Ibenk, sedangkan saya menggunakan HP Nokia 6220-nya. *sigh*


SE k3220i




N 6220


Akhirnya kakak saya membuatkan saya FS dengan alamat inggit_imoutz@yahoo.com, ya itu alamatnya saya sendiri yang minta dituliskan begitu, alay kan lagi trend saat itu. Teman teman saya alay semua masa saya gak ikutan? #gakalaygakgahol

FS selesai, sekarang tinggal menunggu HP canggih saya kembali. Ah... Kutunggu kehadiranmu kutunggu...

Dan kemudian kalian tau??? suatu bencana menimpa kakak saya dan HP canggih saya!!

Di tengah kegalauan saya karena di HP 6220 hanya tersedia game Bounce, tiba tiba kakak saya pulang hampir Isya dengan membawa surat dari kantor polisi. Mama saya yang sedang sibuk mencari kenikmatan di meja makan setelah seharian berpuasa, harus menghentikan kegiatan nikmatnya untuk memaki maki anak laki lakinya karena pulang malam. Disodorkannya surat dari polisi itu pada Mama, dan makin meledaklah Mulut Kanjeng Ratu. Saya yang di kamar dan gak tau apa apa sedaritadi cuma diem aja sambil membatin "puas puaaaas lo dimarahin kanjeng ratu puaaaaaas! suruh siapa pulang malem? puasss!!" muahahahaha tawa kemenangan menggelegar didalam hati saya. Tapi tiba tiba suara Mama sampai ke telinga saya di kamar, intinya Mama bilang "terus HPnya gimana? ilang tah? ya kamu sih ditodong tuh malah diem aja!!!"
NGUIIIING... JLEEEEB! HP? Ilang? Preman? Hadah.... Hadah.... Jangan jangan....
Langsung saja saya keluar kamar dan nyamperin mereka berdua di dapur, Mama masih ngomel ngomel, Mas yang diomelin sesekali ngebela dirinya.
Saya yang akhirnya tau duduk permasalahannya, cuma diem lemes balik lagi ke kamer.
"hhh... HP gue diambil preman. gimana hidup gue sekarang? argggh... apa mulai hari ini game Bounce ini doang yang bakalan nemenin setiap saat gue lagi BT? iya? hah? iya?".
Holy crap! Pengen banget saya ngomong di depan muka dia "Iqbal monyeeeeet semonyet monyetnyaaa! HP gue diambil premaaaan! Tolol lo toloool" tapi ya percumalah saya ngamuk. Wong kadang saya ngomong sama dia aja sering gak diladenin -___-

Jadi ceritanya begini, sore itu kakak saya bersama dua orang temannya ngabuburit ke Bima. Nah, ketika kakak saya bareng teman temannya lagi asyik nongkrong, tiba tiba ada preman yang manggil TEMAN kakak saya, sebut saja B. Jalan deh si B nyamperin tiga orang preman itu. Kakak saya yang tiba tiba jiwa solidaritasnya muncul, dengan tolol dia malah ngikutin si B buat nyamperin tiga preman itu. Ya habislah mereka ditodong suruh nyerahin ini itu.

Galau banget deh hati saya malam itu, HP canggih pertama yang saya punya malah raib karena ketololan kakak saya. Gak ada pilihan lain, HP N6220 punya kakak saya kini resmi jadi hak milik saya.
Beberapa bulan kemudian, Mama yang kasihan liat Mas gak punya HP, tersentuh hatinya untuk membelikan yang baru. Dan kalian tau Mama beliin HP apa buat Mas? HP N6600 Black yang pada tahun itu masih dikategorikan HP canggih!
Seeek nyeseeeek!! Bukannya Mama beliin buat saya dulu yang jadi korban, ini malahan beliin buat Mas dulu T_T

Sampai di penghujung 2007, di kelas 2 SMP saya mendapatkan rengking PERTAMA! (pinter gak tuuuuuh? hah!) dan karena prestasi itu, Febuari 2008 Mama membelikan saya HP N3110C yang baru keluar pada saat itu. YEEEEEY!

Kalau diingat ingat kejadian itu lucu juga ya. Cuma gara gara minta dibikinkan account FS saja bayarannya sampai satu juta lebih! Sedeeeng!

Sunday, August 14, 2011

PKL Yang Menyenangkan

Hai semuanya! Sudah berapa minggu ya saya menjauh dari hiruk pikuk blog? Waaaah rasanya sudah lama sekali saya gak berbagi cerita dengan kalian. Bagaimana kabarnya? Puasanya lancar kah? Kalau saya, kabar saya baik baik saja dan puasa saya sampai pada saat ini lancar lancar saja, Alhamdulillah. Saya sudah menjadi murid kelas 3 SMK sejak tanggal 3 Agustus lalu. Ya, kegiatan belajar memang belum sangat maksimal di bulan ini, jadi ya... Sebenarnya tidak ada suatu hal yang menyita waktu saya sehingga saya berhenti untuk meng-update blog saya ini. Ah... Entah kenapa tiba tiba saya merasa malas untuk berbagi cerita. Setiap hari saya berangkat sekolah sampai siang, lalu pulang dan tidur. Malamnya saya kekenyangan dan hanya bersantai dan teraweh tentunya. Jadi ya begitulah kegiatan saya akhir akhir ini, tidak menyibukkan hanya saja terlalu banyak bermalas malasan sehingga untuk meng-update blog pun saya malas. Hah! Blogger macam apa!

Baiklah, ada satu cerita yang dari awal bulan ini ingin saya bagikan dengan kalian, mengenai kegiatan PKL saya, ada yang masih ingat? Well, kegiatan PKL saya berjalan dengan sangat baik dan berakhir dengan happy ending. Dulu saya pernah bercerita kalau saya sebenernya tidak terlalu suka ketika saya tau saya ditempatkan di Apotek Jati Farma beserta tiga orang yang hampir tidak saya kenal. Tapi kemudian semua itu berubah seiring kita semua menikmati pekerjaan kita. Saya bersyukur saya ditempatkan di Apotek itu, karyawan karyawannya baik, ramah dan menyenangkan. Mungkin karena mereka semua masih sangat muda yang menyebabkan obrolan kita kita nyambung. Disana yang paling tua itu kalau gak salah Mba Imel, umurnya 31 tahun dan anaknya kelas 1 SD. Sedangkan karyawan yang lain masih muda muda, ibu apoteker pengelola apoteknya pun masih muda. By the way, kalian percaya kalau di Apotek tempat saya PKL juga menyediakan paket piknik gratis? Jarang sekali kan ada siswa/i yang sedang PKL diajak piknik bareng hahahahaha. Jadi begini ceritanya, ide piknik ini tercetuskan dengan amat mendadak, "yaudah yuk kita berangkat besok. Gak apa apa kan Apotek tutup sekali kali?", tiba tiba Ibu bilang begitu, saya juga sempat heran soalnya Ibu itu tipe orang yang disiplin dan yaaah agak kaku. Tapi yasudahlah ya, nikmati saja.

Keesokan paginya, Apotek buka sampai jam 9, setelah semua karyawan datang dan memastikan gak ada orang orang Rumah Sakit yang curiga kita mau kemana, baru deh kita semua berangkat dengan menggunakan motor. Kita semua piknik ke Palutungan, letaknya lumayan jauh dari Cirebon, butuh waktu satu setengah jam untuk sampai disana dengan mengendarai motor. Jalanan menuju Palutungan lumayan terjal, dan nanjak nanjak. Waktu itu saya membonceng Mba Sri yang badannya lumayan ehm... berat. Jadi saya harus banyak banyak berdo'a dalam perjalanan. Di Palutungan terdapat air terjun yang lumayan bagus, juga ada pohon pohon pinus yang tinggi, beserta muda mudi yang memanfaatkannya dengan ehm... pacaran. Sesampainya disana, kita semua langsung shalat, kemudian dilanjutkan dengan jalan menuju tempat air terjun. Sesampai di tempat tujuan, jiwa narsis karyawan karyawan JF keluar semua. Sampai sampai ibu apoteker pengelola apotek yang kita segani pun ikutan narsis. Setelah capek bergaya, kita menuju warung untuk makan siang. Dan makan siang kita pada saat itu adalah... Indomie rebus beserta telor dan rawit. Yah jauh jauh ke Palutungan, makannya tetep Indomie ._.




nah inilah dia mereka yang telah memberi kesan terindah dalam kegiatan PKL ini.
dari depan, pinggir sebelah kiri, perempuan yang pake jaket ungu itu Mba Ajeng, sebelahnya Mba Ajeng itu saya ya yang sedang megang cangkir, lalu sebelah saya itu Ibu Apotekernya, lalu ada Rifal di sebelahnya, dan sebelahnya Rifal itu perempuan yang pake jaket hitam namanya Atikah, ada Mas Agus cowok disebelah Atikah yangpake jaket coklat, kemudian ada Mba Imel satu satunya karyawan JF yang gak make kerudung karena ia non muslim, lalu yang pake kerudung hijau dan bertubuh mungil itu Mba Upay, dan yang terakhir itu yangpake jaket orange namanya Mba Sri.















Dan ketika tanggal 31 Juli datang yang merupakan hari terakhir saya PKL, saya mendapatkan sif sore. Tapi tiba tiba Mba Ajeng mengirim pesan ke Inbox FB saya, dia bilang "git, hari ini berangkat jam 1 ya" saya agak heran, yang ada di pikiran saya saat itu adalah "ini kan hari terakhir, yah mungkin jam kerjanya mau dimajuin" yaudah deh jam setengah satu saya berangkat dan sesampainya disana saya menemukan karyawan karyawan lain sedang stok opname semua barang, jiah ternyata hari terakhir saya disini saya disuruh stok opname. Langsung saja saya dengan sabar menghitungi obat satu per satu tiap box dan tiap botol. CAPEEEEK! Ah lapeerrrr juga tadi siang belum sempat makan. Tapi kemudian Mba Upay datang dan dia bawa ikan bakar, ikan tepung saus manis asam, ikan goreng, cah kangkung, beserta sambel sambelnya. WAAAAAH! Jadi ini tujuan saya disuruh berangkat siang siang, bukan hanya disuruh membantu nyetok obat tapi juga ada pesta di Jati Farma. Wah saya merasa saya dan teman teman saya PKL disana itu sangat dihargai dan disayang sayang oleh semua orang disana. Saya masih ingat di hari itu, ada lebih dari tiga kali Mba Imel bilang "duh, bentar lagi kalian mau pergi ya" hahahaha Mbak Imel gak ikhlas banget ya melepas kita kita. Oh iya, saya sempat bertanya pada Mas Agus dan Mbak Upay tentang anak anak yang pernah PKL sebelum kita, dan ternyata gak ada yang sebaik, sebagus dan seasyik kita, oh dan gak ada yang suaranya seberisik saya muahahahaha. Mba Upay bilang kebanyakan anak anak yang PKL di JF sering dimarahi oleh Ibu, sedangkan kita itu sangat disayangi, dibimbing, dianggap seperti adek adek sendiri. Ya itu mungkin karena mereka dari farmasi abal abal jadinya ketika mereka disuruh terjun langsung, ya mereka tidak bisa apa apa. Berbanding terbalik dengan kita yang disuruh gerus obat bisa, disuruh bikin kapsul bisa, salep bisa dan lain sebagainya.

Oh iya, ada satu pengalaman yang bikin saya sedikit kesal dan ya agak sedikit lucu juga. Jadi begini, karena saya sering mengantarkan obat dan bantu bantu di Apotek Rawat Inap, jadi saya sudah agak dikenal disana. Dan ada satu orang namanya Mas Beni, kalian tau dia memanggil saya apa? JUMBO! Iya dia panggil saya dengan kata itu! Kurang ajar memang. Bukan hanya itu saja, pernah suatu hari dia menelepon ke JF.

S: "halo".
MB: "halo, dengan jati farma?".
S: "iya betul, dengan siapa ya?".
MB: "heh jumbo! kesini kamu! itu ada yg nyariin!".
S: "ha? ini mas beni ya? alah mas beni bae dipercaya".
MB: "ih beneran! Sodara kamu itu di Ciremai 2 nyariin kamu, katanya ada inggit gak yg sedang pkl disini, dianya gak mau ke JF, kamu aja cepetan kesini".
S: "wah awas bae kalo boong".

Tololnya saya nurut aja disuruh kesana.
Dari kejauhan saya liat Apotek Rawat Inap dan Apotek Ciremai 2 sepi sepi aja. Sesampainya di Ciremai 2...

S: "woy mas beni! Manaaaaaa?".
MB: "yah udah pergi dari tadi, kamunya jalan kesini aja lama!".
S: "dih mas beni tuh boong ya?".
MB: "eh beneran! sok tanya mas alex sok! Ya lex ya tadi ada yg nyariin inggit ya?".
MA: "hoh".
S: "jiah, Mas Alex sama Mas Beni tuh satu dua! kalo mau ngeyakinin saya, ya jangan Mas Alex saksinya!".
MA: "hahahaha iya bener ben!".
S: "wong edan!".
MB: *cengar cengir* "i'm sorry git, abisnya di Apotek Rawat Inap anak anak PKL-nya bisu semua. Bosen sayanya tuh gak ada mainan!".
S: "ngeeeek".


Okay jadi ya begitulah kegiatan PKL saya, penuh warna dan menyenangkan.